Oleh: kamalmisran | Agustus 30, 2008

Jakarta punya cerita

Ketika di Jakarta, selain suka naik busway, sering juga aku naik metromini. Duh… Pokoknya benar-benar Indonesia buangetz… Jarang-jarang aku menemukan metromini yang kondisinya layak. Lebih sering naik metromini yang sangat menyebalkan. Mulai dari kondisi mobil yang sudah uzur, bangku-bangku yang

sempit baik ukurannya maupun jarak antar bangku, kaca yang longgar sehingga menimbulkan suara sangat berisik, suspensi yang super keras karena untuk antisipasi penumpang yang berjubal-jubal bergelantungan, dan lain-lain. Belum lagi kalau sedang sedikit penumpang si sopir menjalankan kendaraannya dengan super pelan, lamban seperti siput. Kalau sedang banyak penumpang pun masih sering si sopir menambah-nambah penumpang lagi, atau bisa jadi malah kebut-kebutan, berkejaran, berebut penumpang dengan angkutan lain. Haiyyah… Pokoknya sangat menyebalkan.

Saking seringnya naik metromini, kepikiran juga betapa berbahayanya metromini. Bisa jadi banyak dampak negatif bagi kesehatan, debu dan polusi lain tentu sangat berbahaya bagi paru-paru, goncangan yang keras berbahaya bagi penumpang apalagi penumpang hamil, suara berisik yang luar biasa lama-lama bisa bikin kuping jadi budeg. Belum lagi gangguan psikologis karena macet, panas, berisik, dan … awas copet!… he.. he… he… he..

sumber click di sini


Tanggapan

  1. untung aku belum pernah naik Metromini, hihihi

  2. ha ha ha…. satu lagi bahayanya…. budeg !!!!

  3. :) lucu banget!

    untunglah aku nggak tinggal di jakarta

  4. salam kenal…

    setuju sama opini-opini diatas… :cool:
    (pengguna juga soalnya :mrgreen: )

  5. Salam kenal


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.