Oleh: kamalmisran | November 29, 2008

Rupiah oh rupiah….

dari Rp. 10.000 menjadi Rp. 13.000 per $1 USD. Banyak yang menjadi frrustasi & kebingungan, bagaimana tidak kontrak kerja sama pengadaan barang komputer dalam jumlah besar telah di tanda tangani dengan patokan nilai tukar rupiah terhadap dolar sebesar Rp. 10.000 yang di jadikan patokan dalam kontrak kerja sama. Beberapa bulan kemudian saat pihak kontraktor harus memenuhi kewajibannya untuk menyediakan seluruh peralatan komputer yang terdapat di dalam kontrak, nilai tukar rupiah terhadap dolar menembus angka Rp. 13.000 selisih Rp. 3.000 per $1 USD. Jika kontrak yang di tanda tangani jumlahnya kecil tidak terlalu bermasalah. Tetapi coba bayangkan jika transaksi mencapai 400.000 USD berarti kontraktor harus menangung selisih kurs terhadap dolar sebesar Rp. 1.200.000.000.

Sejak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, beberapa teman-teman pedagang komputer yang bergerak dalam pengadaan komputer di instansi pemerintah mengeluh dengan nada yang sama rugi besar atau kalah kurs terhadap dolar. Seharusnya hal ini perlu dicarikan solusi, agar pengadaan barang dan jasa di lingkungan instansi pemerintah terhadap barang-barang yang harganya berpatokan pada nilai tukar rupaih terhadap dolar bisa di revisi jika terjadi atau melemahnya nilai tukar rupiah di atas Rp. 500.


Tanggapan

  1. oh pak kamal punya blog juga toh..

  2. betul pak, saya setuju.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori